The Miracle of Al-Qur'an


           



“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran”  (QS. Al Qamar [54]: 17)

Begitulah Allah menegaskan di dalam Al-Qur’an surah Al Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40. Yang dimana jika kita dalami, disini Allah memberikan penegasan kepada umat Islam mengenai kemudahan dalam belajar Al-Qur’an untuk peringatam, maksud dari peringatan itu sendiri adalah sebuah nasihat untuk umat dan kemudahan belajar Al-Qur’an itu hendaknya kita ambil untuk mendapatkan pelajaran, terbukti disini Allah memberikan penegasan dengan mengulang ulang ayat tersebut.

            Disini kita bisa melihat bahwa Allah telah mempermudah umat untuk belajar Al-Qur’an dari segi apapun. Baik bacaan, terjemahan, tafsir maupun yang selain nya. Dan disini yang hendak kita fokusi adalah terjemahan Al-Qur’an.

            Secara umum, berdasarkan realitas di masyarakat. Tidak jarang masyarakat yang hafal bacaan Al-Qur’an tetapi tidak tahu menahu mengenai keseluruhan makna yang dibaca dan dihafalnya. Ini merupakan salah satu problematika masyarakat. Pasalnya hal ini sangat dibutuhkan oleh kita untuk lebih meningkatkan keimanan dan kekaguman kita kepada sang Khalik melalui makna ayat demi ayat Al-Qur’an yang dipaparkan.

            Lalu mengapa hal ini (hafal bacaan tetapi belum tahu mendalam mengenai makna dan terjemahan ) bisa terjadi di masyarakat ?

Hal ini jika dianalogikan seperti kita paham mengenai rambu lalu lintas yang dibuat oleh polisi dan hanya bertulis simbol huruf  P disilang, dan kita memaknainya sebagai petunjuk dilarang parkir, mengapa sedemikian mudahnya kita bisa tahu makna dari simbol tersebut ? jawaban nya ada di dalam Al-Qur’an surah Al Qomar diatas, yah karena kita sering sekali menjumpai rambu tersebut di hidup kita, bahkan sering sekali saat kita berkendara selalu melihat rambu lalu lintas tersebut. Begitu seterusnya, terus mengalami pengulangan di hidup kita sehingga kita bisa dengan mudahnya memaknai maksud dari simbol itu. Dan sesuatu yang terus terjadi berulang ulang akan senantiasa tersimpan rapih di memori otak kita.

Jika kita tarik mengapa kita bisa hafal Al-Qur’an tetapi belum paham mengenai makna dan terjemahan nya, salah satu jawaban yang mungkin atas pertanyaan tersebut adalah karena kita belum sampai tahap mengondisikan diri kita untuk melakukan pengulangan makna dan terjemahan dalam diri kita sehingga memori kita hanya terbatas mengenai bacaan Al-Qur’an belum sampai pada memaknai kandungan ayat dalam Al-Qur’an.


Berbicara mengenai makna dan terjemahan dalam Al-Qur’an, kita tidak boleh sembarangan dalam mengkaji Al-Qur’an, dibutuhkan orang yang ahli agar proses belajar kita, agar proses keingintahuan kita berbuah pada hasil yang manis. Dan untuk kedua kalinya mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dibawah ampuan Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag kembali kedatangan tamu spesial yaitu dari Lembaga Pendidikan dan Pengajaran Ilmu Al-Qur’an atau biasa disingkat LPPIQ, beliau adalah Bapak Ansori Arif selaku narasumber pada pembelajaran kali ini hari Senin tepatnya tanggal 12 November 2018. LPPIQ merupakan sebuah lembaga yang mengajarkan metode cepat dan mudah dalam menerjemahkan Al-Qur’an. Lembaga yang terletak di jalan Karah Taman Asri no.30, Surabaya ini berdiri sejak tahun 1993 dan didirikan oleh Prof. KH. Roem Rowi MA. Dan tujuan terbentuknya lembaga ini adalah membantu masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an khususnya dalam hal terjemah Al-Qur’an.



Bapak Anshori menjelaskan kepada kami mengenai rahasia kosakata dalam Al-Qur’an, dimana di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari 110.000 kosakata dan hampir 79% kosakata di dalamnya adalah kosakata yang diulang-ulang. Terbukti di dalam salah satu surah di dalam Al-Qur’an tepatnya surah Ar Rahman yang mengulang sebanyak 31 kali ayat, yaitu “Maka nikmat Tuhanmu yang mankah yang kamu dustakan?” juga di dalam surah yang selalu kita baca saat sholat yaitu surah Al Fatihah yang mengulang kata “Ar Rahman dan Ar Rahim” serta di dalam surah Al Qomar yang telah dipaparkan diatas dan masih banyak lagi pengulangan kata di dalam Al-Qur’an.



Selain itu juga kita mendapatkan pengetahuan baru, bahwasannya dalam 1 juz terdapat 3.680 kosakata dan hampir 2.520 kosakata kembali terulang di dalamnya. Dan didalam surah Al Baqarah menjadi surah yang paling banyak terdapat kosakata yang diulang-ulang, kembali lagi kita mendapatkan pengetahuan baru dari analisa tersebut. Diisni dapat kita simpulkan bahwa jika kita ingin lancar dalam membaca Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus melancarkan bacaan kita di Surah Al Baqarah. Begitupun sebaliknya jika kita ingin lancar dan hafal terjemahan Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus lancar dalam menerjemahkan surah Al Baqarah.


Setelah mendapatkan pembelajaran ini dapat ditarik hikmah bahwasan nya Allah telah sedemikian rupa merancang, menyusun, mengonsep Al-Qur’an dengan berbagai keteraturan yang dimana jika kita terus mendalami ilmu ilmu yang ada di dalamnya pasti kita akan dibuat terkagum kagum mengenai hal hal yang ada di dalam Al-Qur’an. Pengulangan kata yang ada di dalam Al-Qur’an selain sebagai bentuk penegasan Allah, disisi lain yaitu agar kita sebagai manusia lebih bisa berfikir mendalam mengenai pengulangan kata tersebut. Seperti dalam surah Ar Rahman “Maka nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?” disini jika kita dalami makna yang terkandung sangat dalam dan bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah, pasalnya nikmat yang selama ini Allah berikan sangat luar biasa sekali mulai dari udara, atmosfer, sistem organ tubuh kita yang dirancang sedemikian teratur nya dan sedemikian seimbang nya. Saat kita bisa membaca, menghafal dan mampu memahami terjemah dan makna di dalam Al-Qur’an itu yang akan membuat kita semakin menumbuhkan keimanan dan rasa syukur kita terhadap Allah pasalnya segala sesuatu yang Allah ciptakan di dunia ini tidak ada yang sia sia jika kita mampu memaknai nya di kehidupan kita.


Seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dalam salah satu artikel nya yang berjudul “Tiada Gerah Bertausiyah” www.terapishalatbahagia.net menjelaskan bahwa masih banyak lagi pengulangan ayat dalam satu surat atau beberapa surat yang berbeda. Dalam pengulangan itu kadangkala dengan redaksi yang sama dan kadang dengan redaksi yang sedikit berbeda. Orang yang tidak beriman atau tidak cerdas akan bertanya sinis, ”Apakah Allah kekurangan bahan, sehingga Dia harus mengulang-ulang ayat?” atau ”Betapa tidak sistematisnya Al Qur’an!” Sedangkan orang beriman dan cerdas akan mengucapkan subhanallah, kagum atas keindahan penyusunan pesan Al Qur’an. Sekali saja sebuah ayat disebut dalam Al Qur’an pastilah menunjukkan pentingnya pesan di dalamnya, apalagi disebut berkali-kali.

Seperti yang dipaparkan diatas jika kita benar benar memaknai dan mendalami pengulangan kata yang ada dalam Al-Qur’an maka kita akan senantiasa menemukan kekaguman akan kebesaran dan keagungan Allah dalam penyusunan pesan Al-Qur’an.

Semangat Belajar....Tidak ada kata tua untuk menggali ilmu dan belajar.



Comments

Popular posts from this blog

The Method of The Qur'an