The Method of The Qur'an
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
Mungkin kita sudah tidak asing lagi bila mendengar kata
yang terucap diatas. Ya kata-kata ini sudah sangat mainstream di era jaman now
atau era anak muda sekarang, yang dimana para anak muda jaman now memaknai kata
tersebut berlaku untuk semua konteks, misalkan dalam konteks pergaulan, mereka
memaknai jika kita belum mengenal seseorang maka kita tidak akan sayang pada
orang tersebut. Maksud dari mengenal disini adalah mengetahui atau mendalami
apapun yang ada di dalam diri seseorang, sedangkan maksud sayang disini adalah
sebagai tanda rasa cinta kasih, rasa cinta kasih disini bisa diberikan dalam
hal apapun entah dalam bentuk perhatian, penjagaan, kepemilikan dan sebagainya.
Dan jika kita simpulkan kata-kata diatas TAK KENAL MAKA TAK SAYANG itu adalah sebuah istilah yang dimana jika
kita tidak mendalami, memahami, mempelajari sesuatu tersebut maka refleks nya
kita pasti tidak akan tertarik atau bahkan kita tidak akan sampai ke tahap
sayang. Karena sejatinya jika kita benar benar menyayangi sesuatu karena kita
memahami dan mengenal sesuatu tersebut.
Dan jika kita tarik kedalam konteks Al-Qur’an. Banyak
masyarakat yang berpandangan bahwa dalam mempelajari Al-Qur’an itu sangat susah
apalagi dalam hal membaca Al-Qur’an. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Karena masyarakat
belum sampai pada tahap mengenal Al-Qur’an, dalam hal memahami dan mempelajari
Al-Qur’an bisa dibilang masih sangat minim sehingga ini menimbulkan paradigma
di masyarakat bahwa belajar Al-Qur’an sangat susah, sehingga ini yang membuat
tidak ada rasa kasih sayang, perhatian pada Al-Qur’an, dan efeknya yang
ditimbulkan kurangnya kepekaan masyarakat dalam belajar Al-Qur’an, timbul rasa
malas belajar Al-Qur’an, kurang memahami apa maksud dan tujuan Al-Qur’an itu
diturunkan. Padahal jika kita lihat tujuan Al-Qur’an diturunkan adalah sebagai
pedoman petunjuk umat manusia dalam menghadapi segala persoalan dan dinamika
yang ada di dalam kehidupan. Yang seharusnya Al-Qur’an menjadi pedoman dan
petunjuk justru dianggap masyarakat sebagai hal yang susah untuk di pahami dan
dipelajari. Oleh karena itu kita harus berusha mengubah pandangan itu menjadi
TAK KENAL MAKA HARUS KENALAN.
Sekarang kita harus mulai belajar mengenali
apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an, salah satunya yaitu dengan kita belajar
mulai berkenalan dengan cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, yang dimana
Al-Qur’an itu sendiri turun sebagai Al-Qira’ah (bacaan) yaitu bertujuan
untuk dibaca.
Berbicara mengenai membaca Al-Qur’an,
banyak lembaga-lembaga yang menyuguhkan metode-metode dalam membaca Al-Qur’an
yang praktis, menyenangkan dan dapat diterima dengan baik olah masyarakat
tentunya. Salah satu lembaga yang cukup terkenal dalam hal metode membaca
Al-Qur’an adalah “Tilawati”. Dimana metode Tilawati ini disusun oleh tim yang
dipimpin Hasan Syadzili dan Ali Muaffa dari Lembaga Nurul Falah Surabaya pada
tahun 2002. Metode Tilawati ini cukup terkenal di beberapa daerah, salah
satunya yaitu di Surabaya. Dan pada tanggal 5 November 2018 tepatnya hari Senin
kemarin adalah kesempatan emas bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan
ampel khusus nya mahasiswa di fakultas Dakwah dan Komunikasi yang dibawah
naungan Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen pengampu mata kuliah Studi
Al-Qur’an, mendapatkan kesempatan untuk belajar mendalami metode Tilawati mulai
dari perkenalan, sistem cara belajar, program kerja yang diadakan, tujuan dari
metode Tilawati sampai pada tahap praktek secara langsung. Ini merupakan momen
yang sangat bermanfaat sekali pasalnya kita sebagai mahasiswa yang selama ini
hanya bisa mendengar dari telinga ke telinga tentang metode Tilawati, akhirnya
di kesempatan kali ini bisa lebih mendalami dari metode Tilawati tersebut.
Pengajaran
dan pembelajaran berlangsung di ruang pertemuan tepatnya di fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam pengajaran dan pembelajaran ini terdapat 3 pakar ahli di bidang metode
Tilawati, yaitu Toha Mahsun, S.Ag, Hari Susandi, Ag, dan Drs. H. Ali Muaffa
selaku pimpinan tim. Yang membuat unik dan berbeda dari metode ini adalah
dengan menggunakan lagu dalam membaca Al-Qur’an, dan tentunya bukan lagu
sembarangan yang digunakan melainkan lagu khusus yang disebut “Lagu Ros” begitulah
para ahli menyebutnya. Kembali lagi tujuan dari metode ini adalah untuk
mempermudah masyarakat dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar apalagi
dengan adanya lagu ini harapan nya masyarakat bisa terbantu, karena jika
dilihat dari realitas nya masyarakat sangat mudah menghafal lagu ketimbang
menghafalkan rumus dan sebagainya, oleh karena itu Tilawati menggunakan lagu
ros agar masyarakat bisa mudah dalam membaca Al-Qur’an. Dan ini adalah
pengalaman pertama saya belajar Al-Qur’an menggunakan lagu, sehingga ini sangat
berkesan.
Selain
itu juga kita ditunjukkan mengenai sistem pengajaran metode Tilawati ini yang
dimana sistem yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan semangat dalam
pembelajaran membaca Al-Qur’an antara lain yaitu sistem klasikal dan baca
simak, yang dimana maksud dari klasikal adalah membaca Al-Qur’an secara
bersama-sama dan ada juga maksud baca simak yaitu satu orang membaca Al-Qur’an
sedangkan yang lain menyimak bacaan tersebut. Disini kita tidak hanya di
jelaskan mengenai teori semata tapi juga melakukan praktek langsung yaitu
dengan dites bacaan dengan menggunakan sistem klasikal dan baca simak dan
tentunya menggunakan lagu ros untuk mempermudah kita dalam membaca. Selain itu
disini juga kita dijelaskan mengenai tahapan pembelajaran yang diawali dengan
salam, menyapa para santri/siswa, membaca do’a pembuka (ta’awud dan basmalah)
kemudian dilanjutkan membaca praga dengan menggunakan siste klasikal,
selanjutnya ke arah buku Tilawati itu sendiri dengan menggunakan sistem baca
simak diakhiri dengan sistem klasikal, baru menentukan prosentasi kelnacaran
bacaan hari ini untuk memastikan apakah ada pengulangan atau tidak untuk besok
dan terakhir do’a penutup (hamdalah) dan salam penutup.
Begitulah kurang lebihnya metode
Tilawati yang dapat kita terima. Pembelajaran yang sangat bermanfaat sekali dan
menambah pengetahuan pengalaman tersendiri. Yang awalnya hanya sebatas tau
membaca Al-Qur’an dengan cara yang sederhana tetapi di pembelajaran kali ini
bisa menemukan hal baru yaitu membaca Al-Qur’an ternyata ada metode lain yaitu
denan menggunakan lagu yang mempermudah kita dalam belajar membaca Al-Qur’an. Dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an setelah mendalami maksud dari dibuatkan metode dengan menggunakan lagu, selain untuk mempermudah membaca dan mengingat, juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk memperindah bacaan Qur'an kita. Dan pelajaran yang dapat diambil adalah kita harus senantiasa belajar dan mengajarkan semua yang ada di dalam Al-Qur'an, karena menurut hadits Nabi adalah sebaik baiknya manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an.
Tidak
ada kata “tidak bisa” jika kita belum terjun langsung untuk mencobanya, jika
kita belum mendalami dan mempelajari secara langsung. Jika sesuatu hal itu
menyulitkan bagi kita, maka yang harus kita lakukan adalah bertanya dan belajar
dari para ahli, sehingga dari situ kita bisa mendapatkan berbagai ilmu,
pengalaman, proses, wawasan, dan tentunya sudut pandang kita akan berbeda. Yang
awalnya bilang “sangat tidak mungkin” justru akan berubah menjadi “sangat
mungkin jika kita berani mencoba”. Semangat Belajar...Tidak ada kata tua untuk menggali ilmu dan belajar.






Comments
Post a Comment